Uleng dari Dayak Kenyah

1758505394512.jpeg

Oleh: Natalia Fidora Alva 

Seorang wanita bernama Kuling Ngang (60 tahun) ditemui sedang membuat uleng di kediamannya yang berada di Desa Data Baru. Uleng adalah kalung khas Dayak Kenyah yang memiliki bentuk dan motif yang beragam misalnya, bunga, adapula menggunakan taring satwa liar sebagai hiasan dan masih banyak lagi.


Uleng juga memiliki arti dari taring yang digunakan dan ada dua jenis taring yang digunakan, jika taring yang digunakan berasal dari taring harimau hanya dapat digunakan oleh laki-laki bangsawan, dan jika taring yang digunakan berasal dari taring macan dapat digunakan dari kalangan masyarakat manapun, begitu juga dengan sabu. Uleng biasanya digunakan sebagai aksesoris pakaian adat atau digunakan ketika ada kegiatan yang melibatkan adat seperti pesta panen(uman jenai) dan lain sebagainya 

Uleng dapat digunakan dari berbagai kalangan masyarakat laki-laki maupun perempuan uleng juga dapat digunakan sejak usia masih bayi hingga lanjut usia. Proses pembuatan uleng sendiri memiliki banyak cara tergantung bentuk atau jenis yang diinginkan, waktu yang digunakan untuk membuat uleng juga tergantung pada tingkat kesulitannya ada yang memakan waktu tujuh hari ada juga yang hanya menghabiskan waktu tiga hari.

Adapun cara pembuatan uleng yang menggunakan sabu atau rumbai rumbai yang terbuat dari manik manik, adapula bahan yang digunakan untuk membuat uleng tersebut berupa tali pancing sebanyak empat helai dan manik manik, proses pembuatan nya cukup mudah hanya dengan menyambungkan keempat tali tersebut dan diikat mati agar tidak putus atau terbuka lalu masing masing tali diisi dengan dua sampai tiga butir manik dan manik terakhir digunakan untuk menyambungkan tali secara silang untuk membuat motif pada uleng tersebut dan diulangi hingga panjang yang diinginkan sesuai, lalu diberi hiasan berupa sabu sepanjang dua setengah centimeter, ataupun taring hewan dan diikat mati agar tidak putus dan terbuka.

Harapannya semoga lebih banyak lagi masyarakat yang mau belajar membuat uleng serta melestarikan nya secara turun-temurun.

Bagikan post ini: